Langsung ke konten utama

Ketika Hidup Harus Memilih

Kata orang sih hidup itu tantangan . yah emang mudah untuk bilang tapi sulit untuk dilakukan, termasuk juga resiko yang akan kita alami apabila melakukan tantangan itu, selain diri sendiri yang pasti kita juga harus mengorbankan sesuatu bahkan seseorang . orang sangat mudah berkata kepada diriku "sudah lepaskan saja" . tapi tidak untukku . aku tidak semudah itu untuk melepaskan . bukan karna sesuatu tapi karna ada hal lain yang mereka tidak mengerti . yah mereka begitu karna aku yakin mereka peduli dengan aku . tapi pada kenyataannya sangat sulit bagiku .


Ketika hidup harus memilih, kita tidak tahu apakah yang kita lakukan benar atau tidak, yang pasti semua hasilnya kita tidak akan tahu sebelum mencoba . tapi terpikir di benakku seandainya hasilnya tidak seperti yang aku harapkan, yang terjadi pasti aku bakal merasa jatuh, sangat jatuh karna yang aku lakukan harus mengorbankan sesuatu . yah tidak masalah sih bagaiman jadinya tapi bagaiman cara menjalaninya . semua butuh proses, semua butuh pengertian . kembali lagi ke awal kalo sebenarnya " I DON'T CARE" . tapi pernyataan itu kerap menjadi bimbang kadangkala melihat bagaima reaksi orang disekitar kita, pandangan orang terhadap kita . banyak sekali yang akan menghampiri .


Yah begitu lah hidup ketika kita harus memilih mana yang penting dan mana yang prioritas, karna bukan hanya untuk kedepan. tapi itu semua tentang PERASAAN . aku tidak ingin mengorbankan sesuatu tetapi jika itu harus maka akan aku lakukan demi diri sendiri dan demi orang lain dan yang pasti yang harus KAMU ketahui bahwa KAMU SESEORANG YANG ISTIMEWA . aku selalu berharap bagaimana kehidupan ku bersamamu . pasti terasa indah bukan? aku yakin suatu saat bahkan secepatnya semua yang aku harapin bakal terwujud . yah karna seorang lelaki bukan lah seorang pengecut dan bermodalkan air mata untuk meluluhkan sesuatu .

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DEFINISI KEPEMIMPINAN

Apakah kepemimpinan itu? Berbagai definisi telah disusun oleh banyak ahli, namun pada umumnya hanya terbagi menjadi 2 (dua) bagian saja, yaitu yang memandang kepemimpinan sebagai PROSES dan kepemimpinan sebagai SENI. 1. Kepemimpinan sebagai PROSES (a) Kepemimpinan adalah “suatu proses yang kompleks dimana seseorang mempengaruhi orang-orang lain untuk menunaikan suatu misi, tugas, atau tujuan dan mengarahkan organisasi yang membuatnya lebih kohesif dan koheren." Mereka yang memegang jabatan sebagai pemimpin menerapkan seluruh atribut kepemimpinannya (keyakinan, nilai-nilai, etika, karakter, pengetahuan, dan ketrampilan). Jadi seorang pemimpin berbeda dari majikan, dan berbeda dari manajer. Seorang pemimpin menjadikan orang-orang ingin mencapai tujuan dan sasaran yang tinggi, sedangkan seorang majikan menyuruh orang-orang untuk menunaikan suatu tugas atau mencapai tujuan. Seorang pemimpin melakukan hal-hal yang benar, sedangkan seorang manajer melakukan hal-hal dengan benar  (...

Peraturan dan Regulasi dalam Bidang IT

Hal-hal mengenai UU No.19 Tahun 2002 diantaranya: Hak Cipta: hak khusus bagi pencipta maupun penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya maupun memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan ? pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemegang Hak Cipta: adalah Pencipta sebagai Pemilik Hak Cipta, atau pihak yang menerima hak tersebut dari Pencipta, atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak dari pihak yang menerima hak tersebut. Lisensi: adalah izin yang diberikan oleh Pemegang Hak Cipta atau Pemegang Hak Terkait kepada pihak lain untuk mengumumkan dan/atau memperbanyak Ciptaannya atau produk Hak Terkaitnya dengan persyaratan tertentu.   Lingkup Hak Cipta a. Ciptaan yang dilindungi Pasal 12 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta menetapkan secara rinci ciptaan yang dapat dilindungi, yaitu: buku, program komputer, pamflet, perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan, dan semua...

Perbedaan Kekuasaan dan Wewenang

Kekuasaan memegang peranan penting dalam pembentukan strata sosial seseorang. Semakin tinggu jabatan seseorang dalam organisasi, pengaruhnya akan semakin besar dan secara otomatis kekuasaannya semakin meluas sehingga strata sosialnya semakin naik. Berikut beberapa definisi kekuasaan menurut para ahli : - Dahl (1957) menyatakan bahwa ”A memiliki kekuasaan atas B sehingga A dapat meminta B melakukan sesuatu yang tanpa kekuasaan A tersebut tidak akan dilakukan B”. Definisi ini menyempitkan konsep kekuasaan, juga menuntut seseorang untuk mengenali jenis-jenis perilaku khusus.  - Riker (1964) berpendapat bahwa perbedaan dalam kekuasaan benar-benar didasarkan pada perbedaan kausalitas (sebab-akibat). Kekuasaan adalah kemampuan untuk menggunakan pengaruh, sedangkan alasan adalah penggunaan pengaruh yang sebenarnya.   - Russel (1983) menyatakan bahwa power (kekuasaan) adalah konsep dasar dalam ilmu sosial. Kekuasaan penting dalam kehidupan organisasi, dan bahwa kekuasaan dalam...